Banyuraden\u2014 Warga masyarakat Padukuhan Modinan, Banyuraden menggelar tradisi sadranan\/ nyadran selama dua hari berturut turut pada Sabtu (12\/3) malam, dan Ahad (13\/3) pagi di Komplek Makam Suci Modinan. Sebanyak kurang lebih 500 orang warga turut mengikuti tradisi yang rutin dilaksanakan saat memasuki bulan Ruwah (Kalender Jawa) atau menyambut bulan suci Ramadhan tersebut. Rangkaian acara dimulai pada hari Sabtu malam dengan doa bersama membaca dzikir dan tahlil untuk mengirim arwah para leluhur. Dilanjutkan pada hari Ahad pagi dengan kembali membacakan kalimat thoyibah tahlil, pengajian oleh Kamituwo Banyuraden Muhajir, dan ditutup dengan kembul bujono dan sedekah.

Lurah Banyuraden Sudarisman yang hadir dalam acara tersebut memberi apresiasi tinggi kepada warga Padukuhan Modinan pada khususnya dan Padukuhan\/Dusun lainnya di Banyuraden yang menyelenggarakan tradisi Sadranan, karena turut menjadi bagian dalam melestarikan tradisi. Ditambahkan bahwa tradisi sadranan yang ada di Banyuraden harus terus dilestarikan mengingat banyaknya nilai positif untuk warisan anak cucu kelak. \u201cDi hari Minggu ini saja tercatat ada satu Padukuhan dan tiga Dusun yang menyelenggarakan tradisi sadranan, kami dari Pemerintah Kalurahan dalam mewujudkan Kalurahan Banyuraden sebagai Kalurahan yang berbudaya, sebagai bentuk apresiasi memberikan stimulant bantuan kepada setiap wilayah yang menyelenggarakan tradisi sadranan.\u201d

Ditambahkan oleh Dukuh Modinan, Suhartono bahwa kegiatan Sadranan yang diselenggarakan di Padukuhan Modinan ini diikuti oleh peserta tidak hanya dari warga Modinan dan yang beragama Muslim saja, tetapi banyak juga yang berasal dari sekitar Modinan dan diperkenankan untuk semua Agama.